Langkah konkret ditunjukkan Pemerintah Kalurahan Banyuraden dalam mengawal masa depan generasi bangsa

Banyuraden - Bertempat di Ruang Pertemuan, segenap elemen lintas sektor hadir untuk merumuskan pemikiran dan langkah nyata dalam agenda Rembug Stunting, pada Rabu pagi (17/06). Acara yang diinisiasi oleh Kamituwa ini dihadiri oleh Lurah, Pamong, BPKal, Babinsa, Bhabinkantibmas, Ketua TP-PKK, Pokja Posyandu, Puskesmas Gamping II, KUA, PKB Gamping, Kader KPM, Bidan Desa, Pokja Ibu PAUD, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), serta Pendamping Desa sebagai Narasumber. 


Lurah Banyuraden dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rembug Stunting ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam upaya percepatan penanganan dan penurunan angka stunting diBanyuraden. Lurah juga menekankan bahwa upaya penanggulangan stunting diwujudkan melalui data stunting yang terpadu dan valid, serta target penurunan setiap tahunnya.

Memasuki agenda inti, jalannya rembug diarahkan ke dalam sesi diskusi kelompok yang dinamis. Sesi ini secara khusus membedah dua lini inovasi strategi, pertama Intervensi Spesifik yang berfokus pada penanganan langsung pada sasaran ibu hamil dan balita. Kedua melalui intervensi sensitif yang berfokus pada penyediaan faktor pendukung seperti akses air bersih, sanitasi, edukas, serta ketahanan pangan keluarga.


Dalam arahannya, Ibu Prapti selaku Pendamping Desa menyampaikan bahwa percepatan penurunan stunting masih menjadi program nasional yang secara terpadu harus didukung mulai dari Pemerintah Desa hingga Pemerintah Pusat. Acara berjalan dengan lancar, dan ditutup dengan penandatangan berita acara kesepakatan Rembug sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemrintah Kalurahan Banyuraden ditahun 2027 mendatang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Andri Septiyanto, S.H.: Pemimpin Muda yang Mengabdi untuk Kemajuan Kalurahan Balecatur

Sumaryanto, Sosok Lurah Ambarketawang yang Konsisten Membangun dan Mengabdi

Trihanggo siapakan peraturan Kalurahan tentang pasar